300x250 AD TOP

Blogroll

Tampilkan postingan dengan label Latihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Tagged under:

Latihan Lepas Cikupa 50 KM

Latihan bersama 4 Kandang :
Raya, RG, Srikandi dan Doni 
Lepas Cikupa 50 KM Jarak Udara








Minggu, 06 Januari 2013

Tagged under:

Latihan Perdana Penggemar Mpos Bogor

Kumpul 41 ekor ; 16 Rg Loft, 9 Srikandi Loft , 11 Raya Loft, 5 Megantara Loft.
Latihan perdana ini kocak dan bikin kesel heee, drivernya salah milih jalan, padahal dia yang ngajak ambil jalur ini sok yakin eh kesasar...bukan main malunya saya sebagi driver.
Salah satu peserta protes, dan berujar " minggu depan jalur TOL Wajib ", sambil mesem mesem.....
Supirnya senyum dengam pipi merah menahan malu.  Belum lepas rasa kesal karena salah jalur masuk ke sasar masuk pinggiran kebun sawit, masih datang rasa kesal berikutnya, jalan bergelombang, tentu laju mobil  ngak bisa kencang.  Kali ini yang rada cemas  Pa Sis, dan mulai gelisah takut terlalu siang......
Perasaan cemas baru reda setelah tiba di  perempatran Ciseeng....tidak lama berselang tiba di lokasi lepasan.
Perempatan Gunung Sindur- Prumpung
Rencana lepas jam 8 pagi , jadi mundur jam 10.00.

Santai Sejenak sebelum berangkat

Siap Siap
Lepas Landas

Cek Absensi

Beny baru tiba

Raba dan cek kondisi Atlit

Siapppp


3 ...2....1 siap grak
Pak Sis & Kang Syam Cek Sound

Kamis, 31 Mei 2012

Tagged under: ,

RACING PIGEONS

Oleh : Liam O Comain
Alih Bahasa : Kembara Loft Pigeon



Balap jarak jauh dan maraton telah berkembang sejak asal-usul olahraga balap merpati dikenalkan di Eropa dan meskipun ada banyak orang yang cukup puas untuk terbang sprint dan jarak menengah, namun demikian untuk jarak jauh dan maraton ada sesuatu yang indah, sesuatu yang khusus saat menyambut pulang satu peserta atau lebih dari lomba yang melemahkan kekuatan dan semangat.
Kita tahu bahwa mungkin saja tidak ada hari kedatangan dan kita mungkin harus menunggu berjam-jam atau ber hari-hari dalam segala macam kondisi cuaca, namun kita tidak dapat menyangkal bahwa ada sesuatu yang mistis didalam seluruh pengalaman itu. Dan ketika kita terlibat didalamnya – betapa sukacitanya! 
Pada kenyataannya posisi atau hadiah adalah bukan yang utama dan banyak yg tdk dapat dibandingkan dengan kegembiraan ketika menyaksikan kembalinya merpati yang telah mengatasi bermil-mil jarak yang penuh dengan banyak hambatan baik hidup dan mati. Adakah olahraga lainnya yang bisa dibandingkan dengan ini? Tidak ada!


JARAK.
Seribu, tujuh ratus enam puluh meter adalah jarak, dan jarak ini secara tradisional disebut juga sebagai satu mil. Jadi jarak dapat didefinisikan sebagai panjang diukur antara dua titik. Atau dalam olahraga merpati balap pengukuran dalam mil atau meter antara titik merpati dilepaskan dengan kandang mereka.


Jarak tradisional dalam olahraga tersebut telah dibagi menjadi tiga kelas yaitu pendek, menengah dan jarak jauh. Tentu saja jarak yang lebih panjang lagi disebut 'maraton' menjadi lebih jauh dan lebih jauh merupakan topik percakapan balap merpati.


Tidak ada kesepakatan bersama berapa mil atau meter yang merupakan tiga kategori diatas atau bisa saja ada kelas keempat sebagai tambahan. Namun demikian ukuran yang dipakai bisa berada di kategori sebagai berikut:


Jarak Pendek sampai 200 mil.; Jarak menengah 201 - 400 mil;jarak jauh 401 - 600 mil;jarak Marathon 601 keatas.


Dalam kondisi terbang normal definisi kelas yang terakhir dapat diterima selama kita mengakui adanya cuaca yang misalnya turut campur sehingga mengubah lomba jarak menengah ke dalam sesuatu yang mirip dengan maraton. Namun kita perlu definisi yang bisa diterapkan dan saya yakin kategori di atas adalah wajar selama kita mempertimbangkan banyak faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan burung balap.


PERSYARATAN UNTUK merpati Jarak Jauh Dan Marathon
Kecepatan adalah bahan yang diperlukan dalam balapan jarak pendek dan menengah tetapi juga diperlukan dalam jarak jauh dan maraton dikombinasikan dengan kelebihan akan kekuatan dan daya tahan. Dalam kondisi cuaca negatif atau buruk, persyaratan yang paling penting adalah kekuatan mental/motivasi dan daya tahan tapi kecepatan bisa ikut bermain saat merpati memasuki linkungan mereka sendiri dan membuat upaya ekstra untuk mencapai kandangnya.


Saya berpendapat bahwa peternakan intensif selama 100 tahun terakhir, namun terutama selama 40 sampai 50 tahun terakhir telah menghasilkan merpati balap tingkat tinggi hewan pandai. Kemampuan mental adalah lebih penting daripada fisik. Bahkan jika seekor merpati luar biasa secara fisik, jika tidak memiliki kemampuan mental yang benar yaitu kecerdasan tentang arah pulang dan keinginan untuk pulang tak akan ada gunanya seperti ditegaskan oleh burung-burung yang tersesat baik pada saat pelatihan maupun lomba.


Ya, kemampuan pulang tingkat tinggi, penglihatan super, kemauan yang keras, dan daya tahan yang kuat dengan latar belakang hewan berkepandaian tingkat tinggi adalah apa yang dibutuhkan. Sesungguhnya itulah yang menciptakan juara! Dan itu dapat ditemukan dalam catatan silsilah yang baik, dimana setiap pembalap berprestasi atau indukan yang menghasilkan keturunan berprestasi langsung dicatat dengan baik silsilahnya. Untuk kemungkinan mengulangi apa yang disebut keberhasilan generasi berikutnya, sangat tinggi kemungkinannya dalam situasi seperti itu.


(berikutnya bersambung ke cara melatih)